HomeBlog LitleKriteria artikel berkualitas menurut Google

7 Kriteria Artikel Berkualitas menurut Guideline Google

kriteria artikel berkualitas

Kriteria Artikel Berkualitas penting untuk diketahui para penulis blog. Karena ini menjadi faktor penting untuk meningkatkan ranking di Google.


SEO memang sangat dinamis.

Dari 1o tahun lalu Google sebagai salah satu mesin pencari raksasa sudah mengeluarkan banyak sekali update Algoritma mesin pencari.

Mulai dari Penguin, Panda, Bert dan banyak lagi.

Hanya saja, dari lusinan algoritma Google tersebut. Ada satu hal yang menurut kami mereka selalu konsiten, yaitu konten berkualitas.

Ini artinya, konten berkualitas menjadi salah satu kunci keberhasilan kita masuk halaman pertama Google.

Tentu selain faktor ranking yang lainnya. Seperti Backlink, User Experience, Onpage SEO dan Technical SEO.

Cuma bicara “konten berkualitas” terdengar sangat ambigu.

Berkualitas menurut siapa dan apa saja kriteria konten  berkualitas tersebut. Ini penting untuk dijawab jika ingin masuk halaman pertama Google.

Berita baiknya, ternyata Google sudah memberikan kita panduan seperti apa kriteria konten berkualitas menurut algoritma mereka.

Dan inilah yang akan kita bahas pada kesempatan ini.

Kriteria Artikel Berkualitas menurut Guideline Google

Agar kita bisa beradaptasi dengan update algoritma Google terbaru, tentu saja kita harus mengikuti guideline yang sudah mereka berikan.

Salah satunya terkait bagaimana cara menulis artikel berkualitas.

Agar teman-teman tidak bingung menilai artikel, apakah berkualitas atau tidak. Pada kesempatan ini kami ingin menulis dan menjelaskannya.

Semoga saja bisa membantu.

Dibawah ini adalah 6 kriteria artikel berkualitas yang bisa dijadikan acuan saat menulis artikel untuk blog maupun halaman penjualan.

Baik, mari kita bahas satu persatu.

1. Relevan dengan User Intent

Salah satu perubahan algoritma Google yang cukup besar adalah pergeseran dari peringkat website berbasis kata kunci ke peringkat berbasis user intent.

Google menganggap konten yang layak untuk ditampilkan di halaman pertama Google adalah konten yang mampu memenuhi keinginan pengguna.

Ini mengkonfirmasi tidak ada kaitan langsung antara jumlah kata dengan kualitas sebuah artikel.

Selama konten yang kita sediakan mampu memenuhi keinginan pengguna (user intent), maka Google akan menganggap konten tersebut berkualitas.

Catatan tambahan :

Kadang Algoritma Google sebenarnya tidak secerdas yang kita anggap. Karena cukup sering mereka menampilkan hasil pencarian yang sama sekali tidak sesuai dengan user intent.

2. Konten Utama yang dibuat dengan baik

Konten utama adalah inti dari tujuan pembuatan halaman website tersebut.

Dengan kata lain, konten utama adalah konten yang akan menjawab “kueri” yang diketikan user di kotak pencarian Google.

Dan menurut Google, konten utama yang berkualitas setidaknya akan membutuhkan salah satu dari hal berikut untuk membuatnya.

Seperti : waktu, tenaga, keahlian, bakat atau gabungannya.

Dan menariknya, konten utama yang berkualitas akan menjadi factor penentu apakah halaman website kita akan mendapatkan ranking atau tidak.

3. Supplementary Content yang bermanfaat

Supplementary Content adalah konten tambahan fitur tambahan akan membantu user untuk mendapatkan dan memahami konten utama dengan baik.

Sebagaimana konten utama (main content), konten tambahan ini juga akan berpengaruh pada kualitas halaman dan selanjutnya pada ranking website.

Salah satu contoh konten tambahan adalah internal link, infographic, gambar dan lainnya.

Dengan adatanya konten tambahan ini membuat user semakin terbantu dengan konten yang ktia sajikan di halaman website.

4. Tata Letak Konten

Ternyata kualitas artikel tidak saja dipengaruhi oleh 3 hal yang sudah kita bahas diatas, tapi juga dipengaruhi oleh cara kita menyajikan konten.

Ya. Kita menyebutnya dengan tatak letak konten.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat mendesain tatak letak konten adalah:

  • Pastikan konten utama dibagian atas
  • Hindari menggunakan iklan dibagian atas sehingga mendorong konten utama ke bawah.

Jadi, kita harus berusaha agar konten utama tetap berada dibagian atas. Sehingga ketika user membuka website, mereka langsung menemukan konten utama tersebut.

Inilah yang berpengaruh pada ranking website, kata Google.

5. Penempatan Iklan

Tentu bukan iklannya yang masalah.

Tidak ada larangan menempatkan iklan di halaman website kita. Lagipula, sebagian pendapatan Google juga berasal dari sana.

Yang jadi masalah adalah bagaimana cara kita menempatkan iklan.

Google menyarankan agar kita tidak menempatkan iklan dekat konten utama. Harus membedakan antara iklan dan konten yang disajikan ada pengguna.

Harus jelas mana bagian iklan dan konten.

6.  Panjang Konten

Sebelumnya kami menyebutkan bahwa jumlah kata tidak otomatis membuat sebuah artikel berkualitas. Tapi harus disesuaikan dengan user intent.

Nah, ini adalah penjelasan lanjutannya.

Ketika kueri yang digunakan memang membutuhkan penjelasan yang lengkap, utuh dan menyeluruh. Maka memiliki konten yang panjang adalah keharusan.

Akan tetapi, tidak semua kueri harus membuat konten panjang.

Jadi, kita harus mampu memilih kueri yang membutuhkan penjelasan panjang dan mana pula kueri yang cukup penjelasan singkat saja.

7. E-A-T

Ini adalah singkatan dari Expertise, Authoritativeness and Trustworthiness.

Tingkat keahlian, otoritatif dan kepercayaan memiliki pengaruh yang cukup signifikan mempengaruhi ranking website di Google.

Terutama untuk topic kesehatan dan keuangan.

Menurut pedomannya, “halaman dan website yang berkualitas tinggi idealnya membutuhkan keahlian yang cukup untuk menjadi otoritatif dan mendapatkan kepercayaan.

Cara yang bisa dilakukan untuk menunjukan bahwa halaman website kita terlihat otoritatif dan bisa dipercaya adalah dengan mendapatkan ulasan, membahas topik pengalaman sehari-hari, termasuk studi kasus.

Mulai sekarang, mulailah memperbarui semua profil, biografi penulis dan kualifikasi apapun yang bisa ditampilkan di website anda.

Kesimpulan

Awalnya konten berkualitas terasa sangat absurd. Tidak jelas karena standar kualitas sulit sekali untuk di jelaskan.

Tapi, berkat bantuan Google kita jadi tahu bahwa artikel berkualitas setidaknya mengandung beberapa hal dibawah ini, seperti :

  1. Relevan dengan user intent
  2. Konten utama yang berkualitas.
  3. Konten tambahan yang mendukung konten utama
  4. Tatak letak konten
  5. Penempatan Iklan
  6. Panjang Konten
  7. Dan E-A-T (Expertise, Authoritativeness and Trustworthiness)

Selanjutnya apa?

Selanjutnya silahkan kembali ke komputer dan mulailah menulis artikel berkualitas sesuai dengan guideline diatas.

Tapi, jika anda masih ingin belajar. Boleh kunjungi tulisan kami yang lain dengan judul : Cara kerja mesin pencari. Ini adalah pengetahuan fundamental bagi praktisi internet marketing.

Leave a Reply

Your email address will not be published.