Address

Zavira Regeny Blok A7
Batas Kota Pekanbaru - Kampar
Riau — Indonesia

Work Hours

Senin - Sabtu, 08.00 - 17.00 WIB

HomeKonten8 Cara Membuat Deskripsi Produk untuk meningkatkan Penjualan

8 Cara Membuat Deskripsi Produk untuk meningkatkan Penjualan

Kita akan bahas panduan cara membuat deskripsi produk untuk meningkatkan penjualan di toko online anda, termasuk pada marketplace shopee, tokopedia dan Lazada.

membuat deskripsi produk

8 Rule Deskripsi Produk

Mendapatkan pembeli dari Internet memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan usaha keras dan strategi yang benar.

Segera setelah mendatangkan trafik (melakukan SEO website), tugas selanjutnya adalah bagaimana agar bisa mengkonversi trafik tadi menjadi pembeli.

Kita harus bisa menyakinkan mereka untuk membeli produk.

Banyak cara untuk menyakinkan calon pembeli ini, salah satunya adalah dengan membuat deskripsi produk yang efektif.

Yaitu deskripsi produk yang mampu mendorong mereka untuk segera checkout di toko online dan segera melakukan membayar.

Pertanyaannya, bagaimana cara membuat deskripsi produk seperti itu.

Jika anda termasuk yang mengajukan pertanyaan diatas, mungkin beberapa bahasan kami tentang 8 rule deskripsi produk ini bisa membantu.

Mari kita bahas sama-sama.

Menulis Deskripsi produk yang efektif

Mungkin sampai disini kita sepakat bahwa untuk meningkatkan konversi penjualan maka kita butuh deskripsi produk yang “wowww”.

Dan untuk mendapatkan deskripsi produk yang woww ini kita butuh formula yang mesti kita ikuti. Apa saja formula tersebut, mari kita urai satu persatu.

1. Kenali Target Audience

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali siapa yang menjadi target pasar kita. Mungkin ini yang kita kenal dengan buyer persona.

Dengan mengenali siapa orang yang akan membeli produk kita, maka kita bisa memilih kata-kata dan pendekatan yang tepat.

Selain kata-kata yang tepat, kita juga bisa “menduga-duga” fitur produk yang mungkin saja sangat mereka butuhkan.

Untuk mengetahui ini, mungkin bisa kita mulai dari menjawab pertanyaan ini:

  • Audience berasal dari channel mana
  • Ketahui dan pahami minat mereka secara umum.
  • Kira-kira, ketika mereka membeli dan puas, bahasa seperti apa yang akan mereka gunakan saat merekomendasikan pada sahabatnya.
  • Fitur dan benefit apa yang paling menarik bagi audience anda.

Dengan bantuan pertanyaan tersebut, kita bisa membuat deskripsi produk dengan terarah, lebih mudah dan lebih berkualitas.

Hasilnya, deskripsi produk yang kita buat lebih fokus pada “pasar potensial” kita. Sehingga peluang konversinya jauh lebih tinggi.

Tidak percaya? Silahkan buktikan.

2. Fokuskan pada Manfaat produk

Kadang sebagai pemilik produk kita terlalu antusias dengan fitur-fitur yang dimiliki oleh produk, baik itu otomatis, cepat atau yang lainnya.

Padahal, tidak semua orang suka otomatis dan cepat.

Sebagian orang kadang justru butuh sebaliknya. Karena ada pengalaman yang mereka dapatkan saat menggunakannya.

Dan itulah mengapa tidak direkomendasikan untuk terlalu fokus pada fitur produk. Tapi, fokuslah pada manfaat yang diberikannya.

Misalnya anda mau membuat deskripsi produk “garam”.

Berat 200 gr per pcs, 100% garam murni, tingkat keasinannya 100%. Ini kita kenali sebagai fitur dari produk garam.

Sedangkan kalau menulis manfaatnya, mungkin akan terlihat seperti ini: Menggunakan garam tipe x ini bisa menghemat penggunaan garam hingga 50%. Jadi, lebih hemat uang.

Jadi, mulailah fokus menulis manfaat produk daripada fitur produk.

Karena benefit akan lebih menyentuh dimensi “rasa” calon pembeli daripada logika mereka. Beda dengan fitur, ini justru mengaktifkan sisi kritis mereka.

Pada akhirnya mereka akan membandungkan dengan produk lain.

3. Berikan informasi secara lengkap

Deskripsi produk yang baik juga harus memberikan informasi secara lengkap pada calon pembeli. Jawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Mulai dari bahan, keamanan, keawetan, cara merawat dan lainnya.

Semakin lengkap informasi produk yang kita sajikan, maka semakin yakin mereka bahwa produk kita adalah “solusi” dari masalah mereka.

4. Gunakan bahasa yang natural

Penggunaan bahasa yang terlalu format kadang tidak selalu memberikan impact yang bagus pada penjualan produk.

Pada banyak hal, justru kita disarankan menggunakan bahasa natural.

Selain agar terlihat lebih akrab dengan calon buyer, bahasa yang natural juga bisa menyajikan informasi yang jauh lebih mudah untuk kita pahami.

Jadi, mulai sekarang cobalah untuk menulis deskripsi produk dengan bahasa yang jauh lebih natural dan tidak kaku seperti bahasa formal.

5. Gunakan “Power Word” yang mendorong penjualan

Jika anda pernah membaca tulisan kami yang lain terkait “emotional triggers“, anda akan tahu bahwa ada kata-kata tertentu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

Dan kita bisa menggunakan kata-kata ini dalam membuat deskripsi.

Kata-kata ini bisa kita gunakan untuk menyakinkan calon buyer yang ragu. Atau mendorong mereka untuk segera melakukan pembelian.

Contoh kata-kataknya seperti :

Terlalu, Murah, Bagus, Berkualitas Tinggi, Terbatas, Hanya hari ini, Hanya untuk anda, Sisa 3 lagi, Sudah dibuktikan artis X dan lain sebagainya.

Ada banyak daftar “power Word” ini, kita akan bahas dilain kesempatan.

Intinya, usahakan untuk menyertakan kata-kata tersebut pada deskripsi anda, termasuk pada judul deskripsi anda.

Tapi ingat, jangan paksakan sehingga terlihat tidak masuk akal.

6. Tulis untuk manusia dan juga search engine

Memang tujuan utama kita menulis deskripsi produk adalah untuk menyakinkan calon buyer agar segera membeli.

Namun, sebelum mereka bisa melihat halaman produk kita. Tahap pentingnya adalah tampil di halaman pertama Google.

Untuk bisa tampil disini, maka kita harus menyediakan konten yang dipahami dan disukai oleh algoritma Google.

Dan itulah mengapa kita perlu mempertimbangkan mereka.

Jadi selain menulis untuk manusia, kita juga harus mempertimbangkan mesin pencari sebagai alat yang akan menjembatani kita dan pembeli.

7. Gunakan gambar yang bagus

Mungkin anda tidak lupa dengan ungkapan, satu gambar mewakili 1000 kata. Dan ini memang kami rasakan sendiri.

Kadang melalui gambar kita sudah bisa memahami kualitas, manfaat dan benefit dari produk yang ingin kita beli.

Jadi, pastikan menyertakan gambar yang relevan dan berkualitas.

Sebaiknya investasikan sedikit uang anda untuk membayar photographer. Sehingga menghasilkan gambar dengan kualitas tinggi.

Contoh cara membuat deskripsi produk

Jika dengan penjelasan rule yang kami bahas masih bingung, sebaiknya anda melihat contoh tahapan pembuatan deskripsi berikut.

Pertama, kita harus menjawab pertanyaan berikut:

  • Masalah apa yang ingin kita selesaikan dengan produk
  • Kata-kata apa yang cocok dengan audience
  • Informasi apa saja yang dibutuhkan oleh calon buyer sebelum membeli.
  • Bagaimana cara kita menceritakan produk ini ke teman.
  • Seperti apa gambar yang memberikan informasi fitur dan manfaat.

Setelah anda berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas secara detail, barulah masuk pada tahapan penulisan deskripsi produk.

Kedua, mulai menulis deskripsi.

Saat menulis, jangan lupa untuk mengurutkan informasi secara sistematis. Mulai dengan mengenalkan nama produk, fitur, manfaat serta social proofnya.

Dengan cara ini, maka produk akan lebih mudah dikenali dan dipahami oleh calon buyer kita, sehingga konversi penjualan lebih tinggi.

Terakhir

Menulis deskripsi produk terkesan sangat mudah, padahal membutuhkan ilmu formula tertentu agar hasilnya lebih memuaskan.

Kami juga menyarankan anda untuk mempelajari materi emotional trigger dan SEO Copywriting yang sudha kami terbitkan beberapa waktu lalu.

Jika anda sudah memahami itu semua dan mengikuti panduan ini, maka sangat mungkin konversi penjualan anda akan naik signifikan.

Silahkan coba dan buktikan.

Referensi:
https://www.referralcandy.com/blog/product-descriptions-that-sell
https://www.shopify.co.id/simple-ways-to-write-product-descriptions-that-sell

Default image
Hidayat Mundana
Articles: 33