HomeBlog LitleTipe dan Jenis Hosting Website

4 Jenis Hosting Website dan Perbedaan masing-masingnya

jenis hosting web

4 Jenis Website Hosting yang harus diketahui sebelum memilih hosting yang tepat untuk website bisnis anda.


Kita sepakat bahwa Hosting memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemasaran online yang dilakukan.

Apalagi jika kita mengandalkan SEO. Hosting mempengaruhi kecepatan website yang berdampak pada peringkat di Google.

Jadi, kinerja website tidak melulu terkait dengan backlink.

Karena jenis hosting website berpengaruh pada SEO. Maka kita harus memilih tipe hosting yang sesuai dengan bisnis kita.

Agar tujuan pemasearan online kita bisa tercapai.

Hanya saja, bagi sebagian orang memilih hosting yang benar-benar tepat bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena tentu dibutuhkan pengetahuan yang mumpuni.

Nah, jika anda berada di posisi tersebut. Tulisan ini penting untuk and abaca.

Karena pada kesempatan ini kami akan membantu anda mengenali apa saja tipe web hosting yang tersedia dan tipe hosting yang mana yang anda butuhkan.

Baik, agar tidak kelamaan mari langsung kita bahas lebih jauh.

Mengenal apa itu Hosting

Pada bagian lain sebenarnya kita sudah bahas apa itu Hosting.

Tapi, agar informasi yang kami berikan dibawah ini tidak terputus. Ada baiknya juga kami mengulasnya kembali untuk anda.

Hosting adalah ruangan tempat kita menyimpan file website. Mulai dari file desain, gambar, video dan lain sebagainya. Disimpan di computer fisik pada lokasi data center.

Data Center ini biasanya dikelola oleh perusahaan hosting.

Agar website kita bisa diakses dimanapun. Baik di Indonesia maupun luar negeri maka kita harus menyimpan file website di hosting.

Layaknya ruangan, tentu memilik ukuran ruangan yang berbeda-beda. Bahkan tidak itu saja, kadang mereka juga memiliki kekuatan dan fasilitas yang berbeda.

Begitulah kita memahami hosting dan tipe-tipe hosting ini.

Mengenal Tipe Hosting yang paling popular

Setiap website memiliki fitur dan kegunaan yang berbeda. Sehingga hal ini memungkinkan mereka untuk menggunakan hosting yang berbeda pula.

Jika sebagian website cukup dengan menggunakan Shared Hosting, tapi sebagian yang lain harus menggunakan VPS Hosting.

Nah, kita akan membahasnya lebih jauh untuk anda.

Setidaknya, ada 4 tipe hosting yang paling banyak digunakan pemilik website. Diantaranya adalah :

  1. Shared hosting
  2. VPS (virtual private server) hosting
  3. Dedicated hosting
  4. Cloud hosting

Jika anda pernah mendengar istilah WordPress Hosting dan Reseller Hosting, sebenarnya mereka masih termasuk pada kategori diatas.

Kita akan membahasnya lebih jauh.

1. Shared Hosting

Shared Hosting adalah hosting yang sumber dayanya digunakan secara bersama-sama dengan pengguna lainnya.  Sehingga harga hosting ini lebih murah dan terjangkau.

Tipe hosting ini ada pada tingkat paling dasar.

Jika website anda masih kecil dengan trafik yang juga tidak terlalu besar. Mungkin menggunakan shared hosting adalah pilihan yang masuk akal.

Karena kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang.

Hanya saja, website kita harus berdesak-desakan dengan website lain yang juga menggunakan hosting yang sama. Sehingga kadang mempengaruhi kinerja website kita.

Coba bayangkan anda menyewa kamar bersama 3 teman lainnya.

Ini artinya, kita harus membagi penggunaan sumber daya dengan mereka. Penggunaan listrik, dispenser, kamar mandi, wc dan lain sebagainya.

Kita tidak bisa menggunakan sumber daya sesuka kita.

Ini artinya, performa website kita akan dipengaruhi oleh performa website yang lainnnya. Dan inilah kekurangan dari shared hosting.

Siapa yang disarankan menggunakan Jenis Shared Hosting ini

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya. Shared Hosting sangat cocok untuk anda yang tidak memiliki trafik website yang besar.

Jika trafik website masih dibawah 20 ribu perbulan. Menggunakan Shared Hosting mungkin tidak akan berdampak terlalu signifikan.

Teman-teman yang baru belajar membuat website juga bisa menggunakan shared hosting. Sehingga tidak harus mengeluarkan budget tinggi  untuk belajar. Selain itu, bisnis kecil yang trafiknya tidak terlalu besar juga bagus menggunakan shared hosting.

Pro dan Kontra Shared Hosting

Pro Shared Hosting

  • Tipe Hosting paling murah
  • Mudah digunakan
  • Tidak membutuhkan pengetahuan Teknis
  • Bagus untuk pemula dan pemilik bisnis kecil.

Kontra Shared Hosting

  • Harus berbagi sumber daya server dengan website lain.
  • Kinerja hosting diluar kendali kita
  • Waktu loading lebih lambat

Perusahaan penyedia Shared Hosting ini banyak sekali. Mulai dari Hostgator, Hawkhost, Namecheap, NiagaHoster, Domainesia, RumahWeb dan lainnya.

2. VPS Hosting

VPS merupakan singkatan dari Virtual Private Server.

VPS adalah jenis hosting selevel lebih tinggi dibandingkan dengan shared hosting. Kita tetap berbagi sumber daya dengan pengguna lain tapi dalam jumlah yang lebih sedikit.

Server utama akan dibagi menjadi beberapa server virtual sehingga masing-masing pengguna bisa melakukan kustomisasi server sesuai kebutuhan.

Kebetulan Litle Project ini menggunakan VPS juga.

Yang menarik dan berbeda dari VPS ini, walaupun website kita menggunakan server yang sama dengan website lain, tapi kita menggunakan sumber daya yang berbeda.

Jika di ibaratkan seperti kamar apartemen.

Kita menyewa apartemen dengan masing-masing penyewa mendapatkan kamar dan sumber daya masing-masing.

Hanya beberapa fasilitas lain yang kita menggunakan secara bersama-sama. Lift dan tangga misalnya.

Dengan menggunakan VPS Hosting, kinerja website akan lebih baik dibandingkan menggunakan Shared Hosting. Lebih cepat dan tidak perlu khawatir terganggu oleh kinerja buruk website lain.

Hanya saja, harga hosting VPS akan lebih tinggi dari shared.

Yang disarankan menggunakan VPS Hosting

Karena VPS membutuhkan kemampuan dalam konfigurasi server dan pekerjaan teknis lainnya, maka hosting ini hanya disarankan untuk anda yang benar-benar mengerti melakukannya.

Minimal anda punya budget untuk menyewa orang yang bisa melakukan konfigurasi server VPS ini.

Kelebihan Hosting VPS

  • Punya sumber daya khusus
  • Bisa melakukan pengaturan server sesuai kebutuhan
  • Loading website lebih cepat dan uptime lebih tinggi.
  • Lebih hemat biaya daripada dedicated server.

Kekurangan Hosting VPS:

  • Masih berbagi server utama dengan website lain
  • Penggunaan tidak semudah shared hosting
  • Masih ada keterbatasan dibandingkan dengan Dedicated Server

Beberapa perusahaan penyedia hosting VPS yang cukup dikenal blogger Indonesia adalah Digital Ocean, Vultr dan Namecheap.

3. Dedicated Hosting

Dedicated Hosting merupakan tipe hosting yang dianggap paling bagus dari beberapa jenis hosting.

Karena kita menggunakan semua sumber daya sendiri. Termasuk server utama dari Hosting ini.

Hanya saja, harga dedicated hosting sangatlah mahal.

Menggunakan jenis hosting ini kita bisa mengkonfigurasi server sesuai dengan kebutuhan. Perangkat lunak, pengaturan dan apapun yang anda butuhkan.

Anda seolah-olah punya rumah lengkap dengan tanahnya.

Kalau anda ingin memasukan sofa, tv, komputer, meja makan, membuat taman, menanam pohon dan lainnya. Semuanya terserah anda.

Yang disarankan menggunakan Jenis Hosting website ini

Tipe hosting ini tidak disarankan pada anda yang masih berjuang mendapatkan trafik puluhan ribu, apalagi masih ribuan.

Jenis Hosting website ini sangat disarankan untuk yang sudah memiliki trafik website diatas 100.000 pengunjung setiap bulannya.

Ditambah kemampuan melakukan konfigurasi server.

Website perusahaan besar, website yang mengelola keuangan, medis dan website terkait lainnya tentu disarankan menggunakan tipe ini.

Kelebihan Dedicated Hosting:

  • Kontrol penuh atas server.
  • Tidak berbagi sumber daya dengan website lain.
  • Tingkat keamanan tinggi.
  • Waktu loading cepat, uptime tinggi, dan kinerja optimal.

Kekurangan Dedicated Hosting

  • Jenis web hosting termahal.
  • Membutuhkan pengetahuan teknis.
  • Anda bertanggung jawab atas segalanya.

4. Cloud Hosting

Disebut-sebut bahwa Cloud Hosting adalah versi hybrid dari VPS Hosting, tapi harganya lebih murah.

Biasanya Cloud Hosting ini dilengkap dengan beberapa server jarak jauh dengan tugasnya masing-masing.

Jika salah satu server mengalami masalah, maka server yang lain akan menggantikannya. Sehingga website tetap bisa diakses.

Salah satu kelebihan menggunakan cloud hosting adalah uptime yang sangat tinggi. Kita tidak perlu takut kalau server down.

Disisi lain, menggunakan cloud hosting ini kita hanya membayar apa yang kita gunakan. Biasanya kita bisa melakukan pengaturan di dashboard hosting.

Siapa yang disarankan menggunakan Cloud Hosting

Website dengan trafik diatas 50.000 dan peningkatan yang tidak bisa diprediksi sangat disarankan menggunakan Cloud Hosting.

Kelebihan Cloud Hosting

  • Tingkat keamanan tinggi.
  • Skala sumber daya sesuai permintaan.
  • Lebih sedikit downtime yang tidak terduga.

Kekurangan Cloud Hosting

  • Harga tidak selalu tetap.
  • Lalu lintas yang tidak dapat diprediksi dapat meningkatkan biaya.
  • Kustomisasi terbatas.

Apa Hosting Terbaik untuk anda

Jawabannya akan berbeda untuk setiap orang. Apa yang berhasil untuk satu bisnis, mungkin tidak baik untuk yang lainnya.

Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti jenis website, sumber daya yang dibutuhkan, budget dan trafik yang anda miliki.

Yang paling penting anda lakukan adalah mengetahui kebutuhan website anda. Selanjutnya berapa budget yang tersedia.

Setelah itu barulah anda tahu tipe dan jenis hosting webiste yang dibutuhkan untuk menjamin kinerja website stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published.